Kadang-kadang, Anda hanya perlu kamera. Dan walaupun Anda memiliki kamera DSLR yang bagus, tapi terkadang Anda sedang tidak ingin direpotkan dengan membawa lensa dan banyak barang. pada saat inilah sebuah kamera saku (pocket camera) atau juga dikenal dengan sebutan point-and-shoot camera yang dapat dikantongi, sangat berguna, dan bukan karena sebelumnya saya sudah terkesan dengan versi sebelumnya lho ya, namun jika saya boleh memberikan peringkat maka saya memberi peringkat Canon PowerShot G7 X Mark II ada di jajaran kamera-kamera yang terbaik di jenis ini.

Walaupun Anda bukan penggemar kamera, namun rasanya tidak sulit untuk melihat mengapa kamera pocket yang serbaguna ini terlihat cukup pantas untuk dihargai Rp 7.425.000,- pada saat peluncurannya. Meskipun Anda tidak akan mendapatkan fitur-fitur canggih seperti video 4K, Canon mengemas kamera ini dengan fitur yang saya pikir sangat berguna bagi lebih banyak orang.

Zoom Zoom

Ada dua poin utama yang membedakan kamera ini dari apa yang mungkin Anda temukan pada iPhone atau handset Android.

Yang pertama adalah tentang ukuran sensor. Kamera pada iPhone X memiliki sensor berukuran 1/2,8 inci, sedikit lebih kecil dari yang Anda mungkin temukan dalam kamera pocket premium sekitar satu dekade yang lalu.

Kamera pada smartphone bisa jadi sangat luar biasa tetapi kamera (sungguhan/non smartphone) seperti ini dapat menyediakan sebagian besar ukurannya untuk dimasukkan sensor yang lebih besar. Sensor 1 inci dengan resolusi 20 megapiksel dalam Canon PowerShot G7X Mark II ini jauh melampaui apa yang dapat dikelola oleh sensor kecil sebuah smartphone.

Yang kedua yang bisa Anda dapatkan dari Canon G7X Mark II adalah kemampuan zoom nya. Kemampuan zoom optik sebesar 4.2 kali yang dikemas oleh Canon ke dalam sosok G7X Mark II, memberi Anda beragam pilihan pemotretan. Meskipun Anda bisa mendapatkan lebih banyak dari salah satu model dari Sony RX100, misalnya RX100 Mark VI, yang memiliki lensa zoom sebanyak 8.3 kali namun Canon menawarkan kemampuan zoom yang cukup baik yang sesuai dengan harganya.

Secara umum saya cukup terkesan dengan kualitas gambar yang dihasilkan oleh kamera ini, walaupun kemampuan optiknya secara jelas fleksibilitas cahaya rendahnya dikompromikan dengan sedikit ekstra pada kemampuan zoomnya. Foto-foto yang saya hasilkan dengan kamera ini ternyata cukup baik, dengan ketajaman yang baik dan warna-warna yang cukup menonjol, sesuai seperti yang saya harapkan dari Canon. Dengan ukuran gambar sebesar 20 megapiksel seharusnya menjadikannya mudah dicrop, sehingga Anda dapat mengomposisi ulang sesuai keinginan hati Anda setelah pemotretan diambil.

Fasilitas yang cukup modern

Hanya karena memiliki kamera kelihatannya kuno bukan berarti produk-produk Canon jadi terjebak dengan fitur-fitur kuno. Canon G7X Mark II ini memiliki fitur Wi-Fi, yang memungkinkan Anda dapat dengan cepat mengirimkan foto dari kamera ke ponsel agar bisa diunggah ke media sosial. Ponsel Anda juga bisa berfungsi sebagai remote control, membuat foto grup lebih mudah ditangkap dengan semua orang masuk dalam bingkai.

Canon PowerShot G7 X Mark II ini juga memiliki beberapa kelebihan desain yang membuatnya lebih baik dalam penanganannya daripada kebanyakan kamera lainnya. Layar LCD belakangnya dapat dimiringkan sehingga fungsi touch-screennya jadi mudah dioperasikan, dan juga seperti seri sebelumnya, dapat di putar ke atas sehingga Anda dapat melihat diri Anda saat memotret selfie. Saya mendapati grip yang sekarang ditempatkan pada pegangannya itu adalah pendekatan yang bagus, karena beberapa kamera point-and-shoot Canon yang lebih lama tidak menempatkan apa-apa pada body kamera atau hanya strip karet yang menyedihkan pada tempat jari Anda.

Untuk fotografer yang lebih berpengalaman, ada beberapa kontrol bonus yang cukup bagus juga. Cincin di sekitar lensa depan dapat berfungsi ganda sebagai alat pengatur, dan Anda dapat memilih apakah cincin itu diset agar lebih terasa kasar atau mulus. Ada juga roda pemutar fisik untuk mengkompensasi eksposur yang lokasinya ada pada bagian atas kamera, ditumpuk di bawah tombol. Jadi, memang benar-benar sesuatu yang khusus untuk semua orang.

Jika saya harus menunjukkan kekurangan kamera ini, maka pilihan saya akan jatuh pada daya tahan baterainya. Kamera ini diperuntukkan mendapatkan 265 foto pada sekali pengisian baterai. Yang artinya, jika Anda membiarkan layar menyala untuk waktu yang lama, atau berencana untuk menggunakan flash secara terus menerus, Anda mungkin harus siap-siap untuk segera mencari stop kontak listrik, atau setidaknya kabel USB. Kamera yang ada semuanya bersaing agar dapat bertahan lebih lama, dan akan menyenangkan untuk melihat apakah Canon dapat menambah setidaknya 300 bidikan dalam revisi di masa mendatang. Setidaknya baterai tambahan untuk Canon G7X Mark II ini tidak terlalu mahal untuk bisa dimiliki.

Pilihan yang mudah

Beberapa tahun terakhir ini telah banyak kamera serupa yang beredar di pasaran, namun Canon PowerShot G7X Mark II adalah pilihan yang paling mudah. Menurut saya, Canon ini adalah kamera yang lebih menarik untuk digunakan daripada serial RX100 nya Sony, dengan kontrol dan menu yang lebih mudah untuk dinavigasikan.

Itu sebabnya saya memilihnya sebagai kamera pocket favorit bagi saya pribadi. Sejujurnya kamera ini mungkin bukan yang paling keren atau yang paling seksi yang bisa Anda beli, tapi untuk sebuah kamera pocket secara keseluruhan cukup baik dan menawarkan banyak kelebihan untuk rata-rata pembeli kamera. Bahkan jika Anda seorang fotografer profesional yang sedang mencari sesuatu yang fleksibel dan portabel, ya Canon G7X Mark II ini jawabannya, dengan kemampuannya menangani pekerjaan fotografi seperti kamera yang lebih advanced, dan memiliki kontrol serta fitur-fitur yang canggih tidak akan membuat Anda menyesal meninggalkan DSLR Anda di rumah.