Orang akan melakukan apa saja untuk hewan peliharaan mereka. Hewan peliharaan adalah keluarga, dan di AS saja ada 85 juta keluarga dengan hewan peliharaan, jadi tidak mengherankan jika industri hewan peliharaan semakin pintar dalam membantu pemilik hewan peliharaan memantau dan menghibur teman berbulu mereka.
Munculnya mikrokontroler yang lebih murah dan lebih baik membuat hampir semua hal dapat diubah menjadi perangkat yang terhubung dengan IoT (diperkirakan akan ada 30 miliar perangkat IoT yang digunakan pada tahun 2022), termasuk untuk sektor hewan peliharaan. Dari dispenser makanan hewan, hingga rumah hewan yang dikontrol iklim, pintu tempat masuknya hewan peliharaan dengan pengenalan wajah dan pelacak yang menemukan hewan peliharaan yang hilang, kemungkinan teknologi hewan peliharaan sangat banyak, dengan produk-pintar untuk hewan peliharaan tumbuh menjadi pasar yang bernilai lebih dari $500 juta.
Dengan banyak bermunculannya perangkat berarti lebih banyak pertimbangan keamanan digital di dalam rumah, ada permintaan tinggi di antara pemilik hewan peliharaan untuk perasaan aman terkait hewan peliharaan. Mari kita bahas bagaimana industri IoT berkembang ke sektor hewan peliharaan.
Menghubungkan Hewan Peliharaan Anda
Hewan peliharaan ini tampaknya menjadi yang berikutnya dalam daftar perangkat yang dapat disambungkan yang listnya terus bertambah. Contoh kasus: The Pet Cube 2. Produk ini memulai debutnya di CES 2019, yang menampilkan serangkaian teknologi hewan peliharaan baru. Produk hasil iterasi kedua ini mencakup kamera yang memungkinkan bisa memeriksa hewan saat pemiliknya keluar rumah. Perangkat ini memungkinkan audio dan visual dua arah, dan untuk yang versi anjing memungkinkan pemilik untuk membagikan cemilan dengan menekan tombol smartphone. Pet Cube 2 dijual seharga $180.
Mungkin hewan peliharaan Anda menyukai permainan. Coba Pebby. Permainan hewan peliharaan yang terhubung ke internet ini adalah sebuah bola yang memungkinkan pemiliknya berinteraksi dengan hewannya dari jarak jauh. Dilengkapi dengan kamera berdefinisi tinggi, penunjuk laser, bluetooth dan kemampuan Wi-Fi, bola tersebut dapat dikontrol dan digerakkan dari mana saja di dunia melalui smartphone.
Mungkin hewan peliharaan Anda sedikit malas dan perlu lebih aktif. The Little Cat bertindak seperti roda hamster yang besar untuk kucing, memungkinkan mereka berjalan atau berlari saat berada di dalam ruangan. Sinar laser yang ada di dalamnya mendorong mereka untuk naik ke atas kemudi, dengan posisi dan kecepatan berbeda yang memungkinkan untuk dikalibrasi saat pengguna jauh dari rumah. Ini yang bikin kaget: The Little Cat harganya $1.800.
Risiko Teknologi untuk Hewan Peliharaan
Sebuah studi oleh Zulily menemukan sebagian besar pemilik hewan peliharaan milenial sering mengkhawatirkan hewan peliharaan mereka saat mereka jauh dari mereka. Hal ini ditunjukkan dalam pertumbuhan pasar, yang naik 11 persen menjadi $565 juta YoY pada tahun 2018. Meskipun demikian, pemilik hewan peliharaan dan produk pintar yang sesuai harus mengetahui apa yang mungkin dibawa oleh perangkat yang tidak dilindungi ke rumah mereka.
Kesalahan-kesalahan yang sering terjadi pada perangkat IoT telah didokumentasikan dengan baik. Produk murah sering kali datang dengan keamanan perangkat yang juga murah. Misalnya, peneliti dunia maya di Ben-Gurion University of the Negev, tahun lalu membongkar dan merekayasa balik banyak perangkat IoT umum, seperti monitor bayi dan bel pintu, yang mengungkap masalah keamanan yang serius. “Dengan menggunakan perangkat ini di lab kami, kami dapat memutar musik keras melalui monitor bayi, mematikan termostat dan menyalakan kamera dari jarak jauh, yang menjadi perhatian para peneliti kami yang menggunakan produk ini sendiri,” kata Dr. Yossi Oren. .
Hal ini jadi sangat mengkhawatirkan ketika sebagian besar produk teknologi hewan peliharaan dilengkapi dengan kamera dan mikrofon. Sama seperti memiliki hewan peliharaan, memiliki teknologi hewan peliharaan yang cerdas mengharuskan pengguna untuk bisa bertanggung jawab. Menjalankan perangkat mereka melalui koneksi peer-to-peer, daripada koneksi cloud pilihan industri, dapat membantu mencegah serangan peretasan.
Mengendus Pasar
Risiko teknologi hewan peliharaan yang lebih besar dan lebih mungkin terjadi adalah penambahan produk yang tidak berguna ke dunia IoT. Pertanyaan apakah hewan peliharaan benar-benar membutuhkan koneksi kamera dengan pemiliknya sepanjang hari bukanlah pertanyaan yang mudah dijawab. Komunikasi yang terus terjadi lebih kepada kesejahteraan pemilik daripada hewan peliharaan, jadi manusialah yang mungkin perlu berpikir dua kali, apakah The Little Cat atau The Pet Cube 2 akan sepadan dengan uang yang dikeluarkan.
Teknologi hewan peliharaan memang memiliki potensi untuk dikembangkan dengan cara yang berguna, walaupun masih diperdebatkan apakah perangkat yang terhubung dengan kamera yang dapat memberikan suguhan adalah salah satunya. Seperti apa pun di IoT, batasan sektor hanya dibatasi oleh imajinasi tim produk. Jadi, agar teknologi hewan peliharaan benar-benar menerobos arus utama, terserah pada pengembang dan vendor produk ini untuk menciptakan sesuatu yang sepadan dengan waktu dan uang pemilik hewan peliharaan.
It makes sense that the world of IoT is developing products for some of humankind’s closest companions. This sector still has a way to go before pet tech is a necessity rather than a luxury.
Masuk akal jika dunia IoT mengembangkan produk untuk beberapa sahabat terdekat para manusia. Sektor ini masih memiliki kesempatan untuk maju sebelum teknologi hewan peliharaan menjadi kebutuhan ketimbang kemewahan.
Carsten Rhod Gregersen, CEO and founder of Nabto, provider of a peer-to-peer (P2P) based platform to IoT devices.
Photo by Dan Barrett on Unsplash